Solok, (ANTARA) – Masyarakat Kecamatan Tigo Lurah, Kabupaten Solok membutuhkan sentuhan pembangunan jalan dan pendidikan untuk membebaskan kecamatan tersebut dari keterisoliran.Selengkapnya
Tokoh masyarakat Kecamatan Tigo Lurah, M. Yusnus kepada antara-sumbar.com, Sabtu (15/4) menyebutkan Kecamatan Tigo Lurah termasuk kecamatan terisolir. Hal ini disebabkan minimnya infrastruktur pembangunan terutama jalan dan sekolah yang dimiliki Kecamatan Tigo Lurah.
“Dibutuhkan waktu sekitar lima jam untuk sampai ke ibukota kecamatan ini dari pusat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Solok di Arosuka,” urainya.
Menurut M. Yunus selain jaraknya cukup jauh, sekitar 80 kilometer dari pusat kabupaten, jalan ke Kecamatan Tigo Lurah juga rusak parah. Di sepanjang jalan ke kecamatan ini bertebaran lubang-lubang besar, yang siap memakan korban kendaraan siapa pun.
“Jadi jangan heran bila ada di antara mereka yang berkunjung ke Kecamatan Tigo Lurah, terpaksa bermalam akibat mobilnya terperosok dalam lubang, yang ada di tengah jalan,” tegasnya.
Sementara fasilitas pendidikan di Kecamatan Tigo Lurah juga kurang memadai. Selain hanya ada tiga SMP, di kecamatan ini juga belum ada gedung SMA representatif.
“Memang kita telah memiliki satu buah SMA, tapi itu baru SMA satu atap, yang gedungnya menempel dengan gedung salah satu SMP di Kecamatan Tigo Lurah,” demikian M. Yunus. (aurizal)
Ping-balik: Peta Nagari Tertinggal – kec. Tigo Lurah & Hiliran Gumanti | AYO BANGUN NAGARI
sangat memprihatinkan