Solok, (ANTARA) – Sebanyak 28 orang wartawan Kota Solok, yang tergabung dalam Komunitas Wartawan Solok (Kuwas) didampingi empat orang pegawai Humas daerah tersebut melaksanakan studi komparatif ke Harian Pikiran Rakyat di Bandung Provinsi Jawa Barat, 30 November hingga 2 Desember 2011 lalu.
Perjalanan yang bertujuan untuk meningkatkan wawasan dan jaringan wartawan Solok ini difasilitasi oleh Pemerintah Kota (Pemkot) solok. Berikut laporan Aurizal, S.Pd, pewarta antara-sumbar.com yang ikut sebagai salah seorang peserta studi komparatif.
Rabu subuh (30/11) fajar baru saja menyingsing di Kota Solok. Dinginnya udara pagi tidak mematahkan semangat 28 orang wartawan Kota Solok untuk memulai perjalanan panjang menuju kota kembang Bandung. Satu persatu mereka tiba di Posko keberangkatan depan kantor Walikota Solok.
Tepat pukul 05.00 Wib pagi, rombongan beranjak menuju Bandara Internasional Minangkabau via Padang Panjang menggunakan Bus Pemko Solok untuk memulai perjalanan.
“Perjalanan ke Kota Bandung menggunakan penerbangan udara maskapai penerbangan Lion Air ke Bandar Udara Soekarno Hatta, dilanjutkan dengan perjalanan darat bus pariwisata Hiba Utama,” kata Wanedi Saman, koordinator rombongan studi komparatif Kuwas Solok.
Dikatakan, perjalanan dari Kota Solok ke Kota Bandung membutuhkan waktu selama 12 jam, dimulai dari Kota Solok ke BIM, 3 jam, transit di BIM satu jam, BIM menuju Bandara Soekarno Hatta 1,5 jam, istirahat dan makan di Jakarta 1,5 jam, Jakarta ke Kota bandung empat jam .
“Memang sangat melelahkan namun kita tetap semangat mengingat pentingnya perjalanan ini untuk peningkatan kualitas dan kapasitas kita dalam melaksanakan tugas pemberitaan,” katanya.
Ditambahkan, setelah istirahat satu malam, besok harinya, Kamis (1/12) rombongan melakukan studi wisata ke Gunung Tangkuban Perahu dan studi komparatif ke redaksi Harian Pikiran Rakyat, media terkemuka di Kota Bandung.
“Kedatangan kita disambut wakil Pemimpin Redaksi Pikiran Rakyat, H. Uyun Achadiat dan Redaktur Pelaksana, Muhtar di ruangan rapat ekslusif, yang menyimpan catatan sejarah penting perjalanan media ini,” katanya.
Usai istirahat satu malam setelah menempuh perjalanan jauh selama 12 jam, dari Kota Solok ke Kota Bandung, Kamis pagi (1/12), rombongan Kuwas melaksanakan studi wisata ke Gunung Tangkuban Perahu, yang terletak di Desa Cikole, Lembang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Perjalanan menuju Gunung setinggi 2.084 meter dimulai ke arah utara Kota Bandung melewati daerah Lembang.
Setelah menempuh perjalanan sekitar dua jam, rombongan tiba di terminal pemberhentian di bawah kawasan wisata Gunung Tangkuban Perahu. Kedatangan rombongan langsung dikerumuni sejumlah pedagang yang menawarkan berbagai souvenir kerajinan tangan dan makanan khas daerah tersebut. Namun rombongan memilih melanjutkan perjalanan ke kawah Gunung Tangkuban perahu menggunakan mobil khusus yang disediakan pengelola wisata gunung ini.
Sesampai di puncak gunung, rombongan Kuwas disuguhkan pemandangan alam kawah ratu yang indah dan menawan, dengan penataan pengelolaan yang cukup baik dan rapi. Disini juga tersedia kios cinderamata, pernak-pernik dan makanan serta pos penjagaan dan persewaan kuda untuk wisatawan mengelilingi kawah ratu.
“Kita sangat mengagumi kawasan wisata ini. Sebab selain Pemandangannya bagus, pengelolaan juga baik sehingga tertata dengan rapi,” kata Fuadi Rosa, pengelola Fanesa Lima FM, salah seorang peserta studi komparatif Kuwas Solok ke Kota Bandung.
Ditambahkan, Pemerintah Kota (Pemkot) dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Solok dapat mengadopsi sistim pengelolaan wisata daerah ini untuk diterapkan di Kabupaten dan Kota Solok. Sebab menurut ia kawasan wisata di Solok tidak kalah dibandingkan Jawa Barat, namun karena pengelolaan yang kurang baik membuat wisawatan enggan berkunjung ke kawasan wisata Solok.
“Sebenarnya kita banyak memiliki kawasan wisata yang indah dan menawan, namun selama ini kurang terkelola secara baik, makanya jarang mendapat tempat di hati wisatawan,” katanya.
Dikatakan, dengan perhatian dan pengelolaan yang baik pemerintah daerah setempat, kawasan wisata memberikan konstribusi besar terhadap pembangunan daerah. Selain meningkatkan pendapatan asli daerah, kawasan wisata Tangkuban Perahu juga meningkatkan perekonomian puluhan pedagang souvenir di kawasan wisata tersebut.
Menurut pedagang setempat, kawasan Wisata Tangkuban Perahu selalu ramai dikunjungi wisawatan setiap hari. Bahkan jumlah kunjungan meningkat drastis di saat hari libur.
Rombongan wartawan Solok tiba di kantor redaksi Harian Pikiran Rakyat, Kamis (1/12) sekitar pukul 16.00 Wib. Kedatangan rombongan disambut wakil Pemimpin Redaksi Pikiran Rakyat, H. Uyun Achadiat dan Redaktur Pelaksana, Muhtar wakil Pemimpin Redaksi Pikiran Rakyat, H. Uyun Achadiat dan Redaktur Pelaksana, Muhtar.
Pemimpin Redaksi Pikiran Rakyat, H. Uyun Achadiat mengaku gembira karena wartawan Solok menjadikan media mereka sebagai tempat studi komparatif.
Menurut ia, pikiran rakyat merupakan media yang memiliki oplah terbesar di Provinsi Jawa Barat. Setiap hari sebanyak 150 ribu eksemplar koran dicetak dan didistribusikan kepada pelanggan dan pembaca pikiran rakyat.
“kita juga memiliki sejumlah anak perusahaan seperti Kabar Banten, Kabar Cirebon, Kabar Priyangan dan Garuda, sebuah koran lokal berbahasa sunda,” katanya.
Dikatakan, Pikiran Rakyat telah mendapat tempat di hati masyarakat Jawa Barat. Kuncinya karena Pikiran Rakyat selalu mengedepankan profesionalitas, keberimbangan dan sopan dalam setiap pemberitaan.
ia juga membekali wartawannya dengan berbagai keterampilan sebelum diterjunkan ke lapangan seperti UU Pers, kode etik jurnalistik dan lainnya.
“Kita melakukan seleksi ketat setiap penerimaan wartawan. Sebelum diterima mereka kita training selama beberapa bulan dengan melibatkan lembaga pendidikan LPDS,” katanya.
Ditambahkan, Pikiran Rakyat juga membatasi wartawannya untuk membantu iklan dan pemasaran, karena dikhawatirkan langkah ini mengurangi independensi wartawan bersangkutan.
Sementara Redaktur Pelaksana Pikiran Rakyat, Muhtar menyebutkan medianya selalu hati-hati dalam menjaga konten pemberitaan, dengan cara menyajikan konten berita secara baik dan sopan. Selain itu setiap hari berbeda rubrikasi Pikiran Rakyat juga ditampilkan secara lengkap dan beragam.
Setelah mendapatkan pengalaman berharga dari Wakil Pemimpin Redaksi Pikiran Rakyat, H. Uyun Achadiat dan Redaktur Pelaksana, Muhtar, Kamis malam (1/12), rombongan wartawan Solok bertolak menuju Jakarta dan menginap di mess Pemerintah Kota (Pemkot) Solok di Jalan Pratekan Nomor 40 Rawamangun, Jakarta Timur.
Besoknya, Jum’at pagi (2/12), rombongan meninggalkan mess dan bersiap kembali ke Kota Solok. Sebelumnya rombongan sempat memanfaatkan waktu luang untuk berbelanja ke Mangga Dua Mall karena tiket pesawat untuk sore hari.
Sekitar pukul 14.30 Wib seluruh anggota rombongan tiba di Bandara Internasional Soekarno Hatta untuk boarding pass, meskipun jadwal penerbangan pukul 16.15 wib. Kedatangan lebih awal sengaja dilakukan karena rombongan khawatir terjebak macet dan terlambat sampai di bandara.
Awalnya rencana keberangkatan berjalan lancar setelah seluruh rombongan dan penumpang lainnya telah berada dalam pesawat maskapai penerbangan Lion Air untuk terbang menuju Bandara Internasional Minangkabau. Namun saat pesawat hendak take off, tiba-tiba saja pesawat tegak dan terdiam di landasan take off. Selang beberapa menit kemudian melalui pengeras suara pesawat, pramugari menginformasikan pesawat terpaksa kembali ke landasan parkir akibat kendala operasional.
Informasi ini disambut beragam ekspresi oleh penumpang, seperti ekspresi kecewa karena terjadinya keterlambatan, namun ada juga yang bersyukur karena kerusakan pesawat terdeteksi sebelum berada di udara.
“Beruntung cepat diketahui. Sebab kalau kerusakan tekhnis diketahui setelah mengudara kita tidak dapat membayangkan apa yang akan terjadi,” kata Raunir, wartawan Publik dan Yembrizon, wartawan Sangkakala secara bersamaan.
Meski demikian penumpang tetap mempertanyakan manajemen Lion Air dalam melayani keberangkatan penumpang. Sebab apapun alasannya keterlambatan keberangkatan tetap mendatangkan kerugian bagi penumpang.
Setelah menunggu beberapa saat, akhirnya perjalanan dapat dilanjutkan setelah maskapai Lion Air mengganti pesawat keberangkatan. Tepat pukul 18.15 pesawat “take off” dari bandara Soekarno Hatta dan mendarat di BIM pukul 19.55 Wib. Namun setelah mendarat, rombongan wartawan dan penumpang kembali kecewa, karena sebagian besar tas dan barang bawaan penumpang yang berada di bagasi pesawat rusak parah.
Kerusakan ini diduga akibat saat pemindahan tas dan barang dari pesawat yang gagal terbang ke pesawat pindahan di Bandara Soekarno Hatta sebelum keberangkatan dilakukan tergesa-gesa.
“Kita sangat kecewa dengan pelayanan Lion Air. Mereka harus bertanggung jawab atas kerusakan tas dan barang penumpang,” kata Wanedi Saman, ketua rombongan Wartawan Solok yang juga Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Solok terpilih.
Setelah kembali melakukan perjalanan darat dari BIM ke Kota Solok melalui Padang Panjang, sekitar pukul 11.30 Wib semua rombongan wartawan tiba kembali di rumah masing-masing.
Rombongan wartawan Solok yang melakukan studi komparatif ke Harian Pikiran Rakyat diantaranya Rijal Islamy (Padang Ekspres), Eriviko (Pos Metro), Rini Julia (Harian Singgalang), Alfian (Harian Halian), Wahyudi (Harian Padang).
Selanjutnya Dasril (Sumbar Post), Rahmatri (Zaman), Yoserizal (Harian Bersama), Alfimitra (BIN News), Yembrizon (Sangkakala), Wahyu Yudhistira (Investigasi), Zaldi Nofera (Madina), Desra Fauzal (Info Sumbar), Ratno Ampang (Bakin News), Raunis Natase (Publik), Chandra Leo (KPK News).
Ali Akbar Husein (Deteksi), Aji Raikumar (Serambi Pos), Aurizal (antara-sumbar.com), Eri Satri (Sumbaronline.com), Indra Leon (V-radio), Fuadi Rosa (Fanesa 5 FM), Yen (Radio Gapilar), Nofri Guntala (Padang TV), Niko (Trans TV) dan lainnya.
Rombongan didampingi empat orang pegawai Humas Pemkot Solok, masing-masing Kasubag PDE, Alwa Dudi, ST, Staf Humas Megi, Regina dan Is. (*)
Sumber : http://www.antara-sumbar.com/id/berita/solok/d/7/200344/wartawan-solok-studi-komparatif-ke-kota-bandung.html
http://www.antara-sumbar.com/id/berita/solok/d/7/200360/wartawan-solok-kagumi-obyek-wisata-tangkuban-perahu.html
http://www.antara-sumbar.com/id/berita/solok/d/7/200370/pikiran-rakyat-besar-karena-sopan-dan-jaga-profesionalitas.html
http://www.antara-sumbar.com/id/berita/solok/d/7/200421/wartawan-solok-kecewa-pelayanan-lion-air.html